JURNALIS HARUS “NYICIPIN” BELANDA

April 30, 2009 by anta

kompblog

Kenapa seorang jurnalis harus ke negeri yang terkenal dengan mutu pendidikannya tersebut?
-pilih salah satu-
A. Karena Belanda sangat multikultur.
B. Karena Belanda sangat menghargai kebebasan berekspresi.
C. Karena orang Indonesia sangat dicintai di Belanda.
D. Semua jawaban benar.

Nah, kalo anda memilih D, itu memang kenyataan yang ada di Negeri Belanda. Bagaimana tidak, negeri ini memang sangat kecil, tapi keunikannya membuat banyak orang dari seluruh dunia berdatangan. Bukan saja menjadi tempat favorit untuk menuntut ilmu, tapi juga untuk memperbaiki kualitas hidup. Jadi jangan heran, akan banyak kita jumpai orang Turki yang menjual Kebab, orang Maroko yang menjual daging halal, dan orang Indonesia yang menjual nasi campur. Beragam budaya yang terdapat di Belanda, menjadikan negeri ini sangat bertoleransi terhadap segala perbedaan yang ada. Justru dari hal yang berbeda tersebut, tercipta sebuah khasanah budaya yang sangat ramai dan egaliter. semua orang akan diperlakukan sama tanpa memandang asal-usul.

Setiap manusia punya keunikan masing-masing. Nah, di Belanda, keunikan ini mendapat apresiasi yang sangat tinggi. semua orang bebas untuk mengeluarkan pendapat, berorganisasi, dan melakukan apa saja yang dianggap berguna bagi dirinya. asal semuanya tidak melanggar hukum yang berlaku. Dengan demikian, setiap orang akan berlomba dalam melakukan hal yang positif dan berguna dalam hidupnya. Maka tidak heran jika orang Indonesia akan merasa nyaman dalam menuntut ilmu. segala informasi yang kita butuhkan untuk keberhasilan studi kita sangat mudah didapat. Karena semua orang bisa mengekspresikan apa yang ada di dalam pikirannya. Dan ketika tiba giliran kita berekspresi, semua orang akan memberi masukan dan apresiasi. Jadi tentunya kita akan selalu berkembang.

Mungkin kebebasan berekspresi inilah yang menyebabkan Belanda menjadi negeri yang sangat maju dan modern. Namun bukan berarti negeri ini lupa akan tradisi yang luhur. Dan Indonesia ternyata punya andil besar dalam kehidupan masyarakat di Belanda. Kitapun punya ikatan sejarah yang kuat. Jadi tidak heran sangat banyak komunitas orang Indonesia di Belanda. Dan tentunya hal ini akan membuat kita merasa nyaman. Kalo rindu masakan rumah, tinggal pergi ke restoran Indonesia yang menyediakan menu kampung. Dari ketoprak, sambal goreng, rendang, sampai soto ayam. Nah, Festival Tong-Tong atau Pasar Malam Besar di The Hague Belanda, yang dipenuhi dengan beragam kuliner, pertunjukan, dan workshop kesenian dari seluruh Indonesia, merupakan bukti kecintaan Negeri Belanda terhadap Indonesia. Dengan mencicipi negeri tulip ini, saya yakin akan membawa banyak hal yang positif untuk negeri kita tercinta. Jadi, bergegaslah:-)

ANTA KUSUMA
NEWS DEPARTMENT
TRANS TV, JAKARTA.
Read the rest of this entry »

Hembusan anyir

July 19, 2008 by anta

Perut ini lapar sekali. Jam 3 dini hari mencari sesuap semangat. setelah cukup hangat, kembali ke ruang kerja di lantai tiga. Masuk lift, tekan tombol tutup. Blushhhh….hembusan anyir merindingkan bulu yang seharusnya sudah tertidur. Serasa ada yang memeluk dalam kecepatan lift yang berakhir dengan ting-tong. Kucium kembali tubuh ini. Untuk lebih meyakinkan bahwa aku sudah mandi dan menggunakan parfum. Namun bau anyir itu lengket begitu lama. Dosa apa yang telah ku perbuat dengan makhluk yang juga “kelaparan” itu?

…sebuah cita…

April 28, 2008 by anta

Aku tidak hanya ingin menjadi saksi terbitnya matahari. Tapi juga ingin menyerap energinya yang dapat mengantarkanku meraih cita. Sehingga kelak bisa melaporkan betapa indahnya menutup mata di bawah cahayanya.

…aku diperkosa…

March 18, 2008 by anta

Aku baru saja diperkosa oleh waktu
Memintaku berbaring dan menutup kesadaranku
Membelai dengan sihir yang membutakan
Kemana masa depan jika sudah ternoda seperti ini?

…kesetiaan…

March 17, 2008 by anta

Sudah lama ia tak tersenyum
Tapi ia tak lupa menyebar kebahagian
Walupun kadang ia menangis
Jika mendapatiku celaka karena cintanya

…ayat-ayat cinta…

January 9, 2008 by anta

“Kutinggalkan Cinta ketika ku bersujud” sepenggal kalimat dalam lagu Ayat-ayat Cinta.
Timbul pertanyaan mengapa harus meninggalkan cinta ketika bersujud? Bukankah ketika kita bersujud justru menemukan cinta yang terdalam? Bertemu dengan energi yang maha besar di dunia ini.

…aduh Cinta…

April 17, 2007 by anta
Mari kita mulai dengan cinta. Hal yang paling abstrak dan paling kompleks di dunia. Bisa merubah segalanya. Energinya mampu memberhentikan sejenak putaran bumi, membuat orang yang dahulunya gila menjadi sadar bahkan sebaliknyapun bisa. Kenapa tak ada jawaban yang pasti pada setiap persoalan tentang cinta. Karena memang bagaimana siapa cinta takkan mengapa kapanpun dan dimanapun ia tetap sama misterinya.